Explore of Micro’s World of Cattleya

Just another WordPress.com weblog

Perjalanan Bersama Si Kecil Salmonella

Pertama, gw mw cerita dulu awal mula hingga gw divonis kena si kecil ini…

Kejadiannya berawal dari Hari Rabu siang dimana gw udah ngerasa agak gak  enak badan. Tapi, gw anggap mungkin cuma gara-gara kurang tidur sehabis malemnya begadang belajar Mikrobiologi Lingkungan. Awalnya udah mau minta  ke Kang Meded buat gak jaga pameran, tapi beliau juga ternyata ijin telat karena ada urusan. Berhubung udah jam 1/2 2 yang harusnya pameran buka jam 1, maka berinisiatiflah ke pak satpam minta kunci, ternyata ada 2 orang bapak-bapak dan 1 orang ibu yang mau liat pameran, jadi aja niat pamerannya pamerannya ditutup aja makin g jadi. Jadi deh jaga pamerannya sendirian. Setelah 3 orang tersebut dan serombongan anak smk datang dan melihat-lihat, karena saking mati kebosanannya di ruang pameran sendirian, ternyata gw ketiduran (dasar emang dodolnya si ira!). Bangun-bangun ternyata Kang Medednya baru datang, dan itu udah jam 3. Sampai jam 4, karena gak ada lagi yang datang rupanya, akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi saja penjagaannya dan gw pun pulang ke kosan.

Sehabis sholat maghrib, merasa badan agak gak panas dan besok masih masih ada ujian, akhirnya memutuskan untuk minum obat panas dan tidur tidur barang sejenak. Niatnya mau tidur sampe jam 9 dari jam 6 lewat gitu, tapi tapi gara-gara ada telpon dari Papa, jadi aja kebangun jam 7, ternyata dirasa-rasa badannya udah gak panas lagi. Abis papa nelpon itu, pipin masuk trus ngeliat gwnya masih kebaring gitu langsung inisiatif bikinin nasi plus telur dadar (thanks buat pipin,,,telurnya enak! tapi nasinya super duper banyak xp)

Gw sangkain, panas  hari rabu itu cuma panas biasa, g twnya berlanjut pas hari kamisnya. Gwnya mulai ngerasa g nafsu makan. Bodohnya, diikutin lagi, jadi aja setelah asistensi langsung pulang dan tidur bukannya makan dulu. Malamnya nitip ke pipin buat dibeliin makan. Tapi ngerasa masi gak selera dan pusing, akhirnya dibawa tidur. Bangun-bangun jam 11 malam, ngerasa mual, gw pun ng-sms anin. Anin akhirnya inisiatif bawa ke dokter jaga malam. Setelah dipaksa-paksa, akhirnya gw pun mau sambil sesekali masih ngerajuk. Sebelumnya dipaksa sama pipin buat makan dulu barang sesuap.

Hasil dari dokter: gak jelas, gw masih gak tau gw kenapa. yang pasti gw udah menduga bakal dikasi antibiotik (uh, kena juga sama si obat ini! xp), obat mag (emang gw mag ~.~), dan obat panas. trus kata si dokter muda yang agak rada2 juga tuh orangnya, kalo panas gw blum turun2 juga besok, harus cek darah.

hari jumat paginya, walaupun masi pusing, gw paksain diri buat bangun dan mandi biar seger. Gak taunya, di kamar mandi gw merasa kayak orang hilang orientasi gitu, tiba-tiba pandangan jadi kabur, dan telinga jadi budek. Gw mikir: gw kenapa? Apa ini tanda-tanda kalo mau pingsan? Gw gak mau pingsan di kamar mandi secara gw dalam keadaan minim baju. Ogah banged kalo orang-orang mergokin gw pingsan di kamar mandi. Akhirnya gw mencari cara biar setidaknya gw jangan pingsan dulu di kamar mandi. Gw mencoba untuk duduk dan menarik nafas panjang sambil meremin mata, dan itu efektif. Good Job buat gw! ^^

Walupun abis mandi masi lemes, setidaknya gw udah melewati masa kritis dimana gw gak jadi pingsan, hohoho. Tau kondisi diri gw yang kayak gini, gw g mungkin ngerepotin temen kosan, akhirnya gw sms K Auli minta beliau ke Bandung dan K Auli nyampe Bandungnya malem banged jam 11 (jadi gak enak ma beliau, padahal abis ujian, heu).

Nah, hari Sabtu, awalnya rencana ke dokternya g usah jadi aja, karenapaginya K Auli ngeliat ra udah turun panasnya, tapi siangnya ra mulai merasa mual lagi dan merasa ada yang salah dengan perut. Akhirnya, sorenya kita pergi ke dokter. Kata dokternya harus langsung cek darah. Jadi aja langsung cek darah di lab pramitha. Abis cek darah pulang dulu dan ra disuruh istirahat. Jam setengah 8 K Auli pergi lagi ambil hasil sekalian ke dokternya langsung. Dan ternyata, si gw dinyatakan kemungkinan kena gejala DBD karena karena trombositnya rendah baged atau gak Typus karena hasil antigen-antigenya beberapa positif.

Kata dokternya, ra harus dirawat di rumah sakit, tapi setelah dilobi2 sama K Auli, ra boleh dirawat di rumah di jakarta aja. Fiuufff, untung g di rs, yang ada gwnya udah sakit makin sakit dengan bau rumah sakit dan obat-obat di sana.

Nah, siapa si kecil Salmonella yang gw sebut-sebut di judul….

Si kecil Salmonella typhi

Keliatan gede kan kalo disini? Iya lah,,,ini udah tampilan perbesaran ribuan kali pake mikroskop elektron, makanya gambarnya bagus banged! Tapi, foto si Salmonella ini bakal mengawali cerita gw di sini…

Salmonella merupakan bakteri berbentuk batang dengan pewarnaan Gram-negatif dan bersifat facultatif  (jadi dia bisa hidup di tempat dengan ada atau tidaknya oksigen). Termasuk ke dalam kelompok proteobacteria yang satu famili dengan  Escherichia coli yaitu Enterobacteriaceae, umum dikenal sebagai bakteri enterik.

Salmonella hampir dipelajari dengan baik layaknya E. coli dari segi dalam struktur, biokimia dan molekuler, namun masih tidak dipahami dalam segi ekologinya. Salmonellae hidup dalam saluran pencernaan semua binatang yang berdarah hangat atau dingin. Beberapa species “ubiquitous” (what this? lagi males mikir…lewat aja ya! xp). Beberapa spesies yang lain dapat beradaptasi pada inang tertentu. Pada manusia, Salmonella merupakan penyebab dari 2 penyakit yang dinamakan salmonellosis: enteric fever (typhoid), yang disebabkan karena adanya invasi bakteri ke pembuluh darah, dan acute gastroenteritis, yang disebabkan karena adanya foodborne infection/intoxication (maksudnya keracunan makanan! ini nih yang sedang gw alami sekarang,,,bisa-bisanya gw kena si Salmonella padahal E. coli aja udah kebal di tubuh xp).

Antigenic Structure

Sama dengan semua genus Enterobacteriaceae, Salmonella punya 3 jenis antigen utama yang dapat digunakan untuk diagnostik atau aplikasi identifikasi: somatic, surface, dan flagellar.

Somatic (O) or Cell Wall Antigens Somatic antigens resisten terhadap alkohol dan stabil pada suhu tinggi. Antigen ini umum digunakan dalam identifikasi serologi. O factors dilabeli dengan nomor yang sama yang berhubungan, walaupun tidak selalu identik secara antigen.

Surface (Envelope) Antigens
Surface antigens umum juga ditemukan untuk genus bakteri enterik yang lain seperti E. coli, Klebsiella, dll. Surface antigens pada Salmonella dapat dapat “>dapat “>menutupi O antigens, dan bakteri tidak dapat diagglutinasi dengan O antisera. Salah satu antigen permukaan yang spesifik yang diketahui adalah Vi antigen. Vi antigen terjadi hanya pada 3 serovar Salmonella (jenisnya ada lebih dari 2,200): Typhi, Paratyphi C, and Dublin. Strains dari 3 serovar ini ini “>ini “>mungkin punya punya “>punya “>atau tidak punya Vi antigen ini.

Flagellar (H) Antigens
Flagellar antigens merupakan protein panas-labil. Pencampuran sel salmonella dengan flagella-specific antisera memberikan karakter aglutinasi yang spesifik  (bakter kehilangan kemampuan penempelan satu dengan yang lainnya melalui flagellanya dan dapat dipisahkan dengan “shaking” (diaduk2 mungkin, biar pusing si bakterinya ^^)). Juga. antiflagellar antibodies dapat membuat bakteri tidak dapat bergerak dengan adanya korespondensi dengan H antigens.

Dan, yang paling menyakitkan adalah, hasil tes darah lab menunjukkan kalo gw positif ketiga antigen itu. Sungguh malang nian emang! tapi yasud lah, yang namanya bakteri udah nyusup, apa mau dikata, ya mau gak mau terima kenyataan, sekarang yang penting harus semangat buat sembuh, 5 ujian menanti abis ini! belum tugas-tugas yang lain yang menanti untuk dikerjakan.

Setidaknya dengan adanya kejadian introducing Sallmonella ke tubuhnya Iradani Katalia, si gw bisa lebih jauh memaknai hidup seperti mahalnya hidup sehat, dapat merasakan ketulusan orang-orang di dekat kita (keluarga, teman, dan sahabat kita), dan belajar untuk ikhlas agar si gw dapat kuat menghadapi ini.

Ayo semangat untuk sembuh !!! ^^

JAYSES 2009

One day, there was  a conversation between 6 students from an Institute in Bandung which resulted an agreement that they will follow JAYSES in this year, 2009.

What is JAYSES?

Is it a food name?

No, it is not messes like Ceres brand.

Is it a government name?

No, it is not jaycee that is Junior Chamber of US Commerce.

Is it like jaywalker?

No, we are kind person, *narcissism mode on.

Ok, We are going to tell you that JAYSES is a name of yearly program event which held by TIT from Japan. The aim is to make a network among 3 Student from 3 Country that are Japan, Thailand, and Indonesia.

That’s all from moderator. Then, the next conversation will be done by that six students. Who are they?

These are their initial.

1. Mr. F who is Physical Engineer and the ITB coordinator.

2. Mr. T who is  Planologier.

3. Mr. B who is Industrial Engineer.

4. Ms. S who is Product Designer.

5. Ms. T who is Planologier too.

6. Ms. I. That’s me who study on Microbiology Field.

So, what else?

Me

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You are a true romantic. When you are in love, you will do anything and everything to keep your love true.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that’s why you’ll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

*My friend talk to me that everyone has the unique personality…so, It is false if we try to be different person…just love to be you my friend! ^^

Song for us, women, who have a big dream…(iya gitu?)

This Is Me

By: Demi Lovato

I’ve always been the kind of girl
That hid my face
So afraid to tell the world
What I’ve got to say

Setiap orang pasti pernah merasa bukanlah siapa-siapa dan bukan apa-apa dan takut untuk menunjukkan dirinya bahwa dia ada dan ikut andil dalam arus kehidupan ini.

But I have this dream
Right inside of me
I’m gonna let it show, it’s time
To let you know
To let you know

Setiap orang juga pasti punya mimpi. Dengan mimpi tersebutlah semua orang bergerak dan menggapai cita-cita. Seseorang yang tidak punya mimpi, seperti seseorang yang hidup tanpa tujuan. Dan pasti keinginan untuk berbuat sesuatu pada dunia menjadi mimpi dari setiap orang.

This is real, this is me
I’m exactly where I’m supposed to be, now
Gonna let the light, shine on me

Kadangkala seseorang tidak tau dia mau jadi apa, dan tidak tahu menahu mau melangkah ke arah yang mana. Beruntunglah orang yang mengetahui arah dan tujuan hidupnya.

Now I’ve found, who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me

Beberapa di antara kita ada yang blum menyadari siapa diri kita sebenarnya. Kadangkala, kita berpura-pura menjadi orang lain karena takut akan kekurangan kita. Namun, itu hanya jadi penghalang bagi kita dan akan semakin memperburuk keadaan kita sendiri.

Do you know what it’s like
To feel so in the dark
To dream about a life
Where you’re the shining star

Seseorang pasti juga pernah merasa berada dalam keterpurukan, tak berdaya, dan sendiri. Hanya bermimpi mengenai suatu kehidupan yang lebih layak dan menjadi bintang yang bersinar.

Even though it seems
Like it’s too far away
I have to believe in myself
It’s the only way

Walaupun mimpi itu terlihat mustahil untuk diraih, namun kita harus percaya pada diri kita sendiri bahwa kita dapat meraihnya dengan berusaha keras.

This is real, This is me
I’m exactly where I’m supposed to be, now

Gonna let the light, shine on me

Now I’ve found, who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me

Jadilah diri sendiri! Biarkan usaha kita menjadi penerang bagi jalan yang kita tempuh. ^^

Like so much this song…that’s show me how to spirit my life. Semoga bermanfaat buat kamu2 jg! xp

Don’t give up anyway…just trust yourself^^

Dark is the night, I can weather the storm

Never say die, I’ve been down this road before

I’ll never quit, I’ll never lay down

See I promised myself that I’d never let me down


So I’ll never give up, never give in, never let a ray of doubt slip in

And if I fall, I’ll never fail, I/ll just get up and try again

Never lose hope, never lose faith. There’s much too much at stake

Upon myself I must depend, I’m not looking for place or show

I’m gonna win…

(Brian McKnight)

Lirik ini diambil dari buku 9Matahari yang baru aja selese gw baca… Bagus bukunya, patut dijadiin reverensi bacaan untuk merefresh semangat kita yang mulai luntur untuk bertempur menghadapi kekejaman dunia (lebay*)…

Kata-kata yang ngena banged di buku ini adalah

Pertama…

Pendidikan itu adalah investasi masa depan.

Gw setuju banged! makanya gw dari dulu udah membulatkan tekad buat nyelesain kuliah gw mpe S3. Semangat ini gw dapat dari melihat dosen2 gw yang masih muda tapi ilmunya keren baged! salut deh sama beliau2…

Kedua…

Kesuksesan itu bukan monopoli orang-orang tertentu saja.

Yup, lw, gw, dan kita semua berhak koq untuk menggapai kesuksesan itu dan mengecapnya. Nah, semua itu balik lagi…seberapa besar pengorbanan dan usaha untuk berlari ke arah sana.

Ketiga… (masih sedikit nyambung dengan yang kedua)

Kesuksesan itu bukan murni hasil jerih payah diri sendiri, ada tangan-tangan yang menyertai langkah tersebut.

Maksudnya, jangan berbangga terhadap kesuksesan yang telah kita raih, berpikir kalo ini bener2 cuma usaha keras kita. Cobalah liat kebelakang…kesuksesan itu ditentukan oleh banyak faktor. Hidup di dunia ini g sendiri, ada interaksi dan saling keterikatan. Jadi, kalo kata pepatah:

Jika kita mendapat kesulitan, tulislah keburukan itu di atas pasir, hingga angin keikhlasan menghapusnya. Namun, jika kita menerima kemudahan, ukirlah kebaikan itu di atas batu, niscaya kita akan tetap mengingatnya dan bersyukur.

Kata syukur dan ikhlas itu sangat mudah diucapkan tapi sulit untuk dipraktekkan. Kenapa? karena kita masih sering pamrih terhadap apa yang kita beri dan tamak terhadap apa yang kita dapatkan.

Ketiga…

Spirit of giving.

Banyak-banyaklah memberi dalam hidup. Kayak hukum aksi reaksi aja. Energi positif yang kita berikan akan berdampak balik ke arah kita, walaupun feedback itu tidak langsung kita rasakan, tapi percaya aja suatu saat dengan tak terduga akan datang kembali untuk mengatasi keadaan sulit yang sedang kita hadapi. Jadi, kalo sampe sekarang masi suka ngerasa, “Kenapa c keinginan2 kita g semua terkabul? Padahal udah berdoa siang malam, usaha keras mpe keringat darah, tetep aja hasilnya nihil.”

Sebenernya bukan nihil, tapi hasil itu dapat kita rasakan jika memang sudah waktunya. Kalo kata saktinya, Skenario Allah itu indah, dia datang pada saat yang tidak terduga.

Keempat…

You can change all things for the better when you change yourself for the better

(Jim Rhon)

Yayaya, pikiran positif…itulah kuncinya! Sebelum kita mw ngeubah sesuatu menjadi lebih baik, ubahlah cara pandang kita untuk berpikir dalam segala sudut dan titik, jangan terlalu fokus pada satu pemikiran karena itu akan menyempitkan pola pandang kita terhadap sesuatu.

Seorang pemenang adalah seorang yang berhasil menyelesaikan setengah pekerjaannya ketika orang lain terlelap.

That’s mean kita harus mw berkorban untuk mendapatkan sesuatu yang dituju entah itu dalam wujud apa. Titik berat di sini adalah masalah waktu. Kalo dipikir-pikir, waktu yang kita punya jauh lebih sedikit dibanding dengan tanggungjawab yang ada di depan mata.  Jadi, jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu yang telah diberi karena waktu itu g bisa diulang dan kesempatan itu g datang dua kali.

The things always happens that you really believe in, and the belief in a thing make it happen.

Yakin pada diri sendiri. Don’t be a pesimistic. Semua berawal dari keyakinan bahwa segala sesuatu itu bisa diraih. Itulah esensi dari niat. Dengan adanya niat mengartikan bahwa kita sudah membulatkan tekad pada diri sendiri.

and the last…

Miracle happen everyday.

Percaya pada keajaiban? Harus…karena disitulah warna kehidupan.

So, dari semua pesan di atas dapat disimpulkan bahwa We must be positive in all things and ways…

_Kata-kata penyemangat untuk diri sendiri yang sedang berusaha untuk menggapai impiannya_

“Semangat kawan untuk segala mimpi-mimpi besar kita semua”

Setoreh tulisan…


Aku sedang berada dalam penantian yang sangat panjang.

Penantian yang seolah bagiku tak berujung karena aku tak tahu kapan akan berakhir.

Kadang rasa lelah menghinggapi hari-hariku.

Kebosanan yang sangat menggerayapi aktivitas keseharianku.

Tetapi, aku berusaha untuk tetap bertahan dengan keduanya.

Karena disitulah letak keindahan dalam bentuk ketidakpastian harapan.

Keindahan dimana aku bisa merajut hari-hariku dengan segala sesuatu yang bermanfaat.

Keindahan dimana aku bisa menulis lembar-lembar kebahagiaan dan kesedihanku.

Keindahan dimana aku bisa melukis warna-warni alur kehidupanku.

Keindahan dimana aku bisa menjadi diriku sendiri.

Keindahan itu akan kuukir dengan tinta biasa namun dengan goresan yang paling indah.

Karena aku ingin saat waktu itu datang menghampiriku.

Aku sudah mantap dengan rajutan mimpi, tulisan doa, dan lukisan asaku.

Dan aku yakin, mimpi, doa, dan asaku akan didekap olehNya suatu saat nanti.

Water Birth

4.1 Sejarah Waterbirth

Metode melahirkan dalam air (waterbirth) adalah sebuah fenomena di kalangan masyarakat barat. Pada tahun 1960, seorang peneliti dari Rusia, Igor Charkovsky melakukan penelitian tentang keamanan dan keuntungan dari melahirkan dalama air, penelitian pertama ini dilakukan di Uni Sofyet. Di akhir tahun 1960, seorang ahli kandungan dari Perancis, Frederick Leboyer mengembangkan teknik melahirkan dalam air dengan menggunakan air hangat untuk membantu memberikan kenyamanan bayi saat keluar dari rahim menuju dunia luar dan melihat kemungkinan trauma pada bayi.

Ahli kandungan berkebangsaan Perancis yang lain, Michel Odent, menggunakan kolam air hangat untuk mengurangi rasa sakit ibu saat melahirkan dan sebagai proses kelahiran normal. Kemudian Odent meneliti keuntungan bagi bayi yang dilahirkan dalam air. Akhir tahun 1990 ribuan wanita melahirkan dengan metode ini di Odent’s birthing center di Pithiviers dan teknik melahirkan dalam air ini pun akhirnya tersebar ke berbagai Negara Barat.

Waterbirth pertamakali masuk ke Amerika Serikat melalui pasangan yang melahirkan anaknya dengan teknik waterbirth di rumahnya, tapi kemudian diperkenalkan oleh rumah sakit dan pusat-pusat melahirkan yang bersifat independent. Pada tahun 1991, Monadnock Community Hospital di Peterborough, New Hampshire menjadi rumah sakit pertama yang menciptakan protokol melahirkan dalam air. Setelah tahun 2005, lebih dari 300 rumah sakit di Amerika Serikat telah mengadopsi protocol dan lebih dari tiga per empat rumah sakit di Amerika Serikat menyediakan fasilitas waterbirth sebagai pilihan proses melahirkan (Schroeter Ken, 2004).

4.2 Melahirkan dalam air (waterbirth)

4.2.1 Definisi waterbirth

Waterbirth adalah metode melahirkan bayi di sebuah bak berisi air hangat (www.americanpregnancy.org).

4.2.2 Prinsip waterbirth

Teori melahirkan di dalam air adalah selama dalam kandungan, lebih kurang sembilan bulan, bayi berada di dalam cairan amniotik yang nyaman di rahim. Dengan metode melahirkan di dalam air, bayi dilahirkan dalam lingkungan yang kurang lebih sama dengan yang di dalam rahim (www.americanpregnancy.org).

Proses dan prosedur persalinan dalam air sama dengan proses persalinan normal. Perbedaan waterbirth dengan pesalinan normal adalah pada tempatnya. Jika pada persalinan normal, ibu melahirkan di atas tempat tidur, pada waterbirth ibu melahirkan dalam kolam berisi air hangat yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh.

Fasilitas yang harus dipersiapkan pada waterbirth :

1. Kolam plastik

Pada water birth, ibu melahirkan bayinya dalam kolam yang berukuran cukup besar (diameter 2 meter) atau disesuaikan dengan ukuran tubuh ibu sehingga ibu cukup leluasa untuk bergerak dalam kolam, terbuat dari plastik dengan benjolan-benjolan pada alasnya agar posisi ibu tidak merosot. Kolam plastik yang digunakan harus dipastikan benar-benar bersih dan steril (Garland Dianne, 2000).

2. Pompa pengatur.

Fungsi dari pompa pengatur adalah agar air dalam kolam tetap bersirkulasi (Burn E, Greenish K, 1993).

3. Water heater.

Fungsi dari water heater adalah untuk menjaga air tetap hangat dan sama dengan suhu tubuh ibu. Penggunaan air hangat bisa membunuh virus dan bakteri (Burn E, Greenish K, 1993).

3. Termometer untuk mengukur suhu air dalam kolam.

Selama persalinan suhu air dalam kolam terus dipantau agar tetap sama dengan suhu tubuh ibu (Burn E, Greenish K, 1993).

4. Air steril.

Aspek higienitas memegang peranan penting karena bayi yang baru lahir rentan infeksi (Burn E, Greenish K, 1993).

4.2.3 Teknis persalinan

1. Kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh ibu, yaitu sekitar 36-37°C. Ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara di dalam dengan di luar rahim dan bayi tidak mengalami hipotermia. Ketinggian air dalam kolam hanya sebatas payudara, hal ini bertujuan agar dokter mudah mengontrol kontraksi rahim (www.waterbirthinfo.com) .

2. Ibu hamil yang sudah mengalami pembukaan 5 dibawa ke kolam dan diposisikan sesuai keinginannya yang nyaman untuk melahirkan. Waktu yang diperlukan sejak pembukaan 5 hingga lengkap adalah 1-1,5 jam (www.waterbirthinfo.com).

3. Langkah selanjutnya ibu mengejan seperti biasa seperti melahirkan biasa hingga bayi berhasil dilahirkan. Setelah bayi lahir atau keluar dari rahim ibu, maka secara otomatis bayi akan terendam beberapa saat di dalam air (sekitar 5–10 detik). Saat berada dalam air bayi belum menangis atau bernafas. Pernafasan timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainya, seperti kemoreseptor karotid yang sangat peka terhadap kekurangan oksigen; rangsangan hipoksemia, sentuhan dan perubahan suhu di dalam uterus dan di luar uterus (Wiknjosastro,Hanifa:2006). Saat berada dalam air, bayi masih merasakan kondisi yang sama dengan cairan amnion, suhu air kolam yang sama dengan suhu cairan ketuban tempat si bayi berenang sebelum dilahirkan menyebabkan bayi tidak terangsang untuk bernafas. Saat bayi berada di dalam air, bayi mendapatkan oksigen melalui plasenta yang masih tersambung ke rahim ibu. Saat bayi diangkat ke permukaan atau plasenta mulai digunting maka bayi mulai terangsang untuk bernapas dan menangis (Harper Barbara RN, 2000).

4. Setelah bayi lahir, sebaiknya si Ibu yang memegang dan mengangkat bayinya. Tujuannya sebagai kontak pertama antara bayi dan ibunya, dan alangkah baiknya bila langsung disusui (www.waterbirthinfo.com).

4.2.4 Pimpinan persalinan

Tenaga medis yang dibutuhkan dalam waterbirth adalah dokter kandungan, dokter anak, bidan, asisten bidan, perawat bayi, serta teknisi yang menjaga stabilitas generator kalau sewaktu-waktu mati. Selain itu, suami juga bisa ikut dalam menyambut kelahiran buah hatinya. Bahkan, di luar negeri, suami biasanya ikut masuk ke dalam kolam bersama istrinya (www.waterbirthinfo.com).

4.2.5 Keuntungan waterbirth

Keuntungan bagi ibu

  1. Air itu bersifat menenangkan, menimbulkan perasaan santai dan membuat nyaman ibu yang hendak melahirkan (Geytenbeek Jenny, 2002).

2. Perempuan yang hendak melahirkan yang secara fisik santai, maka mentalnya juga akan rileks, sehingga bisa berkonsentrasi pada upaya mengejan (Rush J et al, 1996).

3. Ibu bisa bergerak bebas karena air sedikit ‘mengurangi’ berat badan ibu sehingga ibu dapat leluasa menentukan posisinya saat melahirkan sehingga proses melahirkan lebih nyaman (www.wikipedia.org)

  1. Dalam keadaan terendam dalam air hangat, otot-otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan lancar dan lebih cepat (www.americanpregnancy.org).

5. Pada proses kelahiran (pembukaan lanjut), air hangat akan meningkatkan energi calon ibu (www.americanpregnancy.org).

6. Air hangat juga akan meningkatkan kontraksi uterus secara efisien, demikian juga aliran darah, yang pada akhirnya membuat pernapasan otot-otot rahim menjadi jauh lebih baik, berkurangnya rasa sakit pada ibu dan lebih banyak oksigen bagi bayi (www.waterbirthinfo.com).

7. Air hangat mengurangi pelepasan hormon stres, sehingga membuat ibu mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai penghambat rasa sakit (www.waterbirthinfo.com).

  1. Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%. Hal ini karena sirkulasi darah uteus lebih baik dan si ibu merasa lebih santai (www.americanpregnancy.org).

9. Air menyebabkan perineum menjadi lebih elastis dan santai, yang akan mengurangi kejadian ’sobekan’ pada vagina saat melahirkan (www.americanpregnancy.org).

  1. Menurunkan kemungkinan vagina robek atau dilakukan episiotomi (pengguntingan sekitar vagina untuk mempermudahkan persalinan). Hal ini karena perineum atau bibir vagina menjadi lebih elastik dan rileks (www.americanpregnancy.org).

11. Pencelupan di air seringkali membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan kecemasan ibu (www.americanpregnancy.org).

12. Menurunkan kebutuhan terhadap obat dan intervensi (Ros Andrea; Ricardo Felberbaum, Iris Jahnke, Klaus Diedrich, Peter Schmucker, Michael Hupp, 2007)

Keuntungan bagi bayi

1. Air hangat (suhu 37 derajat Celcius) menyediakan lingkungan seperti di rahim

  1. Dengan metode melahirkan di dalam air, bayi dilahirkan dalam lingkungan yang kurang lebih sama dengan yang di dalam rahim. Kondisi ini membuat bayi nyaman. Hal ini berdampak mengurangi komplikasi pada bayi karena beberapa teori menyatakan bahwa mengurangi stres saat melahirkan akan mengurangi komplikasi pada bayi (www.americanpregnancy.org)..

3. Mengurangi kemungkinan trauma pada kepala bayi akibat jalan lahir yang sempit. Saat si ibu berendam di air hangat, otot lebih rileks sehingga panggul lebih lebar dan bayi dapat keluar dengan mudah (www.americanpregnancy.org)..

4. Memberikan keamanan dan kenyaman pada bayi serta mengurangi stres kelahiran (www.americanpregnancy.org)..

5. Kondisi air kolam yang hangat membuat bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem dengan cairan amnion, sehingga bayi tidak shock saat meluncur ke dalam kolam (www.midwiferytoday.com).

  1. Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa bayi yang lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.
  2. Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.

4.2.6 Risiko waterbirth

Telah lebih dari 30 tahun,waterbirth banyak dipiih oleh para ibu terutama di luar negeri sebagai salah satu metode melahirkan, tetapi sangat sedikit penelitian yang membahas mengenai risiko waterbirth

Dari sejumlah studi tentang waterbirth di Inggris (1994-1996) memperlihatkan penurunan angka kematian perinatal. Angka kematian perinatal dengan metode waterbirth adalah 1,2 per 1000 kelahiran dengan waterbirth sedangkan angka kematian perinatal dengan metode melahirkan konvensional (di atas tempat tidur) adalah 4 per 1000 kelahiran konvensional (Harper, 2000; Gilbert, 1999; London Office for National Statistics, 2005).

Sepanjang 150.000 kelahiran dengan waterbirth di dunia sejak tahun 1985 sampai 1999, masalah yang ditemukan pada kelahiran dengan waterbirth sebanding dengan kelahiran dengan metode konvensional, “tidak ada laporan yang valid tentang kematian bayi oleh karena aspirasi dan inhalasi dalam air” (Harper, 2000).

1. Infeksi

Pada tahun 1999 ditemukan adanya kasus pneumonia pada bayi neonatal berusia tujuh hari yang disebabkan penularan virus Legionella pneumophila. Kasus ini dilaporkan Laura Franzin, Carlo Scolfaro, Daniela Cabo di Mariangela Valeria, dan Pier Angelo Tovo dari Unit Penyakit Infeksi dan Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Turin, Italia. Temuan itu menyebutkan bahwa kemungkinan si bayi terinfeksi dari air di rumah sakit atau kolam (tempat melahirkan) yang telah terkontaminasi virus tersebut. Kejadian ini merupakan kasus nosocomial Legionella pneumonia pertama kali pada neonatal setelah melahirkan dalam air (water birth).

Air dan kolam yang bersih dan steril harus diperhatikan dalam persalinan dalam air (waterbirth). Pastikan air yang akan digunakan (baik di rumah maupun rumah sakit) bena-benar memenuhi persyaratan air bersih dan tidak terkontaminasi oleh kapur, belerang, limbah maupun zat-zat beracun lainnya yang bisa membahayakan ibu dan bayi. Untuk memastikannya, dapat dilakukan tes di laboratorium supaya hasilnya lebih akurat (www.wikipedia.org)

2. Hipotermi.

Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perkiraan (MIDIRS, 2003).

.

1. Temperature shock

Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan (MIDIRS, 2003).

4.2.7 Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waterbirth

Tidak semua ibu hamil dapat melahirkan dengan metode waterbirth. Ibu yang tidak dianjurkan untuk melahirkan dengan metode waterbirth adalah:

1. ibu yang menderita preeklamsia

2. ibu yang bayinya kemungkinan lahir premature

3. kehamilan kembar

4. bayi letak sungsang

5. adanya perdarahan dan infeksi pada ibu

6. ibu hamil yang memiliki penyakit herpes. Hal ini disebabkan oleh kuman herpes tidak mati dalam air sedangkan air kolam harus dijaga tetap streril (www.americanpregnancy.org).

Waterbirth di dalam Al Quran

Surat Maryam ayat 22-26:

022. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

023. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

024. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

025. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

026. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

Tafsir :

022. (Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri) menjauhkan diri (dengan membawa kandungannya ke tempat yang jauh) jauh dari keluarganya.

023. (Maka sewaktu datang kepadanya) ketika ia mengalami (rasa sakit akan melahirkan) yaitu rasa mulas karena akan melahirkan (-terpaksa ia bersandar- pada pangkal pohon kurma) yakni menyandarkan diri padanya, lalu ia melahirkan. Perlu diketahui bahwa sejak peniupan malaikat Jibril hingga melahirkan hanya memakan waktu sesaat saja (dia berkata, “Aduhai alangkah baiknya aku) lafal Ya di sini menunjukkan makna Tanbih atau ungkapan kekecewaan (mati sebelum ini) yakni sebelum perkara ini (dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan)” sebagai sesuatu yang tiada artinya, tidak dikenal dan tidak disebut-sebut.

024. (Maka Jibril menyerunya dari tempat yang lebih rendah,) pada saat itu malaikat Jibril berada di tempat yang lebih rendah dari tempat Maryam (“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu”) yaitu sebuah sungai yang dahulunya kering kini berair kembali, berkat kekuasaan Allah.

025. (Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu) yang pada saat itu kering. Huruf Ba dalam lafal Bijidz’i adalah Zaidah atau tambahan (niscaya pohon itu akan menggugurkan) asal kata Tusaaqith adalah Tatasaaqath kemudian Ta yang kedua diganti menjadi Sin, selanjutnya diidgamkan pada Sin yang kedua. Menurut qiraat yang lain tetap dibaca seperti lafal asalnya (buah kurma kepadamu) lafal Ruthaban adalah Tamyiz (yang masak-masak) lafal Janiyyan menjadi sifat dari lafal Ruthaban.

026. (Maka makanlah) dari buah kurma yang masak itu (dan minumlah) dari air sungai kecil itu (serta bersenang hatilah kamu) dengan anakmu itu. Lafal ‘Ainan berfungsi sebagai Tamyiz yang dipindahkan dari Fa’ilnya, maksudnya selamat bersenang hati dengan anakmu itu. Atau dengan kata lain, kamu menjadi tenang dengan adanya anakmu itu sehingga kamu tidak memikirkan hal-hal yang lain. (Jika) lafal Immaa ini pada asalnya terdiri dari In Syarthiyah dan Ma Zaidah yang kemudian diidgamkan menjadi satu hingga menjadi Immaa (kamu melihat) dan lafal Tarayinna terbuang huruf Lam Fi’il dan ‘Ain Fi’ilnya, kemudian harakat ‘Ain Fi’ilnya dipindahkan pada huruf Ra, selanjutnya Ya Dhamir dikasrahkan karena bertemu dua sukun, sehingga jadilah Tarayinna (seorang manusia) kemudian ia menanyakan kepadamu tentang anakmu itu (maka katakanlah, “Sesungguhnya aku bernazar shaum untuk Tuhan Yang Maha Pemurah) dengan menahan diri untuk tidak berbicara, baik mengenai perihal anaknya atau orang-orang lainnya, hal ini terbukti dengan perkataan selanjutnya (maka aku tidak akan berkata dengan seorang manusia pun pada hari ini)” sesudah kejadian ini.

Dari ayat di atas, diketahui Maryam mengandung kemudian dia mengasingkan diri ke tempat yang jauh dengan kandungannya. Ketika tiba saatnya melahirkan dan Maryam merasakan sakit, Maryam bersandar pada pohon kurma dan rasa sakit yang sangat hebat membuat dia mengeluh. Keluhannya itu diabadikan dalam ayat Al Quran. Kemudian datanglah Jibril yang menyampaikan kepada Maryam agar tidak usah bersedih hati karena Allah telah menjadikan anak sungai di bawah tubuhnya (Maryam sedang dalam posisi bersandar). Al Quran tidak menjelaskan lebih lanjut apa fungsi dari anak sungai yang dimaksud dalam ayat ini, tapi anak sungai ini seolah menjadi obat bagi rasa sakit Maryam. Kemudian Jibril melanjutkan perkataannya yaitu agar Maryam menggoyangkan pohon kurma tempat ia bersandar sehingga buah kurma yang masak dapat jatuh padanya. Pada ayat terakhir digambarkan Maryam diperkenankan menikmati makan, minum, dan bersenang hati karena Maryam telah terlepas dari rasa sakit yang menderanya tadi sebelum dia melahirkan.

Pada saat ayat ini diturunkan, manfaat air untuk membantu proses kelahiran belum diketahui. Ilmu medis menemukan manfaat air dalam membantu proses melahirkan mulai diteliti lebih lanjut oleh Igor Charkovsky dari Moscow pada awal tahun 1960. Hingga saat ini, melahirkan dengan metode waterbirth terus menuju kepada fakta bahwa cara ini lebih baik dibandingkan dengan melahirkan di tempat tidur dan mengurangi rasa sakit secara signifikan. Dalam al Quran, Maryam melahirkan bayinya seorang diri. Dalam kondisi bersandar, jika anak sungai hanya digunakan untuk minum, sedangkan saat itu Maryam merasakan sakit yang luar biasa, maka pengobat rasa sakit seperti yang disampaikan oleh Jibril menjadi tidak relevan pada saat itu. Sedangkan air yang digunakan pada waterbirth, berfungsi untuk membuat otot-otot uterus menjadi relaks dan membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Rasa nyaman ketika berada dalam air, membuat ketegangan ibu akan melahirkan berkurang sehingga ibu mepaskan hormon endorin yang memberikan perasaan santai.

Oleh karena itu, Maryam melahirkan dengan metode waterbirth. Dan ini diabadikan dalam Al Quran dimana Allah menjelaskan keadaan Maryam yang sendirian merasakan rasa sakit melahirkan yang luar biasa. Dan Allah menenangkan Maryam dengan anak sungai yang tadinya kering mengalirkan air kembali.

Al Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan berdasar pngetahuanNya yang meliputi seluruh alam. Waterbirth di Indonesia masih dalam hitungan jari ibu yang menggunakannya sebagi metode melahirkan. Sebagai insan medis, hendaknya kita mengembangkan ilmu dan metode ini yang sejalan dengan al Quran sehingga lebih banyak ibu yang dapat menikmati kelahiran anaknya dengan mudah.

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

DAFTAR PUSTAKA

  • Al-Quran
  • Tafsir AlQuran
  • Garland, Dianne. Waterbirth: An Attitude to Care, Books for Midwives PR, UK, 2000 1 5947 7067 0
  • Burn, E., Greenish, K. (1993). Water Birth. Pooling information. Nursing Times 89 (8): 47-9.
  • Burn,E., Greenish, K. (1993). Water Birth. Pooling information. Nursing Times 89 (8): 47-9.
  • Harper, Barbara, RN. “Waterbirth Basics: From Newborn Breathing to Hospital Protocols”. In Midwifery Today Magazine, 2000.
  • Geytenbeek, Jenny. “Evidence of effective hydrotherapy”. In Physiotherapy. V. 88(9):514-529, 2002.
  • Rush, J., et al. (1996, Sept.). The effects of whirlpool baths in labor: a randomized, controlled trial. Birth 23 (3):136-43.
  • Ros, Andrea, Ricardo Felberbaum, Iris Jahnke, Klaus Diedrich, Peter Schmucker, and Michael Huppe. 2007 “Epidural anaethesia for labour: does it influence the mode of delivery?” In Archives of Gynecology and Obstetrics. V. 275(4):269-274(6).
  • “Taking the plunge: reevaluating waterbirth temperature guidelines”, MIDIRS, January 2003
  • Water Birth and Infection in Babies – British Medical Journal
  • Gilbert, R., Tookey, P. (1999, Aug. 21). Perinatal mortality and morbidity among babies delivered in water:surveillance study and postal survey. BMJ 319(7208): 483-7.
  • Office of National Statistics. 2007. “Mortality Stastics: Childhood, infant and perinatal – Review of the Registrar General on deaths in England and Wales, 2005.” Series DH3 No. 38. London.
  • Siegel, P. (1960). Does bath water enter the vagina? Journal of Obstet and Gynecol 15: 660-1.
  • Schroeter, Ken. “Water Births: A Naked Emperor” Pediatrics, Vol. 114 No. 3, September 2004, pp. 855-858 (critical commentary in a mainstream medical journal)
  • www.waterbirthinfo.com
  • www.midwiferytoday.com
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Water_birth
  • www.gentlebirth.org
  • www.americanpregnancy.org
  • www.google.com
  • www.yahoo.com

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1686664933; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1273668698 67698703 -2098454796 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l0:level2 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

PENULIS

1. Advesia Birsil (UNAND Padang)

2. Feni Dwi Lestari (UNAND Padang)

Quotes2 bagus buat Motivasi Diri!!!^^

Hanya dengan banyak mencari dan menggalilah emas dan berlian didapat. Dan manusia dapat mencari semua kebenaran yang berhubungan dengan keberadaan dirinya apabila dia mau menggali dalam-dalam benak jiwanya (James Allen)
Kalau kita terlalu sibuk dan terbawa oleh proyek, ketidakpastian, dan karya kita, bagaimana kita bisa punya waktu untuk berhenti dan melihat dalam-dalam ke situasi kita sendiri, situasi orang yang kita cintai, situasi keluarga kita, masyarakat kita, serta situasi negara kita bahkan negara lain? (Thich Nhat Hanh)
Besi penuh dengan ketidakmurnian yang melemahkannya. Lewat penempaan, ia menjadi baja dan diubah menjadi pedang tajam. Manusia berkembang dengan cara yang sama (Morihei Ueshiba)
Kau bisa mendapatkan apapun yang kauinginkan jika kau memang cukup kuat dalam menginginkannya. Kau bisa menjadi apa pun yang kau inginkan dan melakukan apa pun yang ingin kaucapai jika kau bertahan pada keinginan itu dengan satu tujuan yang spesifik dan jelas (Abraham Lincoln)
Orang-orang yang hidup di dunia kadang tak mau dan tak mampu melihat diri mereka sendiri dan karena itu, mereka pun akhirnya saling menyalahkan satu sama lain (Jalaluddin Rumi)
Kurasa tak ada yang tidak realistis jika kau memang yakin dapat melakukannya. Kurasa jika kau cukup berkeras hati dan bersedia berupaya keras, tentulah kau akan mendapatkannya (Mike Ditka)
Jika kau menghakimi orang lain, maka kau tak sedang menggambarkan mereka tapi kau sesungguhnya sedang menggambarkan dirimu sendiri (Wayne Dyer)
Dalam hal gaya, berenanglah mengikuti arus. Dalam hal prinsip, bertahanlah bak karang (Thomas Jefferson)
Satu-satunya manusia yang tak pernah membuat kesalahan adalah dia yang tidak pernah melakukan apapun (Theodore Roosevelt)
Jika kau memandang semua yang terjadi padamu – baik atau buruk – sebagai peluang, maka kau telah hidup dengan kesadaran tingkat tinggi (Les Brown)
Mereka yang menghadirkan sinar matahari dalam kehidupan orang lain, tak bisa menjauhkan sinar itu dari diri mereka sendiri (Sir James M. Barrie)
Belajarlah untuk menaklukkan diri sendiri, dan tetaplah gigih dalam upaya penaklukan itu. Kau jelas akan mendapatkan keuntungan yang bisa kau dapat dari upayamu itu (St Teresa)
Jangan pernah mengatakan kepada orang bagaimana melakukan sesuatu. Katakan apa yang harus dia lakukan dan mereka akan mengejutkannu dengan kecerdikan mereka (George S. Patton)
Saat aku memeriksa diriku sendiri dan metode berpikirku, aku menyimpulkan bahwa bakat berkhayalku lebih berarti dibandingkan bakatku menyerap pengetahuan spesifik (Albert Einstein)
Menyenangkan melakukan hal yang tidak mungkin (Walt Disney)
Bermimpi memang bagus tapi lebih baik jika bermimpi dan bekerja. Takdir memang kuat tapi aksi ditemani takdir, tentu, jauh lebih kuat (Thomas R. Gaines)
Pengalaman menunjukkan bahwa kesuksesan tercapai bukan melulu karena kemampuan tetapi lebih pada kegigihan. Pemenangnya adalah dia yang memberikan dirinya – seluruh jiwa dan raganya – kepada pekerjaannya (Charles Buxton)
Disiplin adalah dasar dimana semua kesuksesan dibangun. Ketiadaan disiplin sudah pasti akan mengarah pada ketidaksuksesan (Jim Rohn)
Kau mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman yang di dalamnya kau berhenti untuk memandangi rasa takutmu (Eleanor Roosevelt)
Mengasihani diri sendiri tak akan menghasilkan apa-apa. Orang harus memiliki keberanian bertualang untuk menerima diri sendiri sebagai sebongkah peluang dan kemudian melakukan permainan paling menarik di dunia – berbuat sebaik mungkin (Harry E. Fosdick)
Yang lebih penting dari bakat, kekuatan, atau pengetahuan adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan menikmati mengejar sebuah impian (Amy Grant)
Perlu sedikit waktu untuk melakukan sesuatu yang benar daripada menjelaskan kenapa kau melakukannya secara keliru (Henry W. Longfellow)
Orang pemalu takkan bisa belajar dan orang yang tak sabaran seharusnya tidak mengajar (Hillel)
Kebiasaan buruk bak rantai yang terlalu ringan untuk dirasakan sampai mereka terlalu berat untuk dibawa (Warren Buffet)
Alih-alih memikirkan dimana kau berada, pikirkanlah dimana kau ingin berada. Perlu bekerja keras selama 20 tahun untuk meraih sukses dalam semalam (Diana Rankin)
Untuk memahami hati dan pikiran seseorang, jangan lihat pada apa yang telah diraihnya tetapi lihatlah pada ambisinya (Kahlil Gibran)
Kau tak bisa terlalu cepat melakukan kebaikan karena kau tak tahu betapa cepat semua itu sudah terlambat (R. W. Emerson)
Apa makna kekuatan ini, aku tidak mengerti. Aku hanya tahu ia ada..dan akan tersedia hanya saat pikiranmu tahu BENAR apa yang kauinginkan..dan sangat berkeyakinan untuk tidak menyerah sampai kau berhasil mencapainya (A. Graham Bell)
Cara terdekat menuju kejayaan adalah berusaha keras untuk menjadi apa yang kau inginkan dan kaupikirkan (Socrates)
Hidupkan imajinasimu dan bukan kenanganmu (Les Brown)
Keberanian adalah kemampuan mengatasi ketakutan, bukan lantas tidak punya rasa takut (Mark Twain)
Kau tidak bisa melakukan apa pun di dunia ini tanpa keberanian. Ini sifat teragung sebuah pikiran selain kehormatan (James Allen)
Kau punya kekuatan yang tak pernah kauimpikan. Kau bisa melakukan sesuatu yang tak pernah kira bisa kaulakukan. Tak ada batasan untuk apa yang yang bisa kaulakukan selain batasan yang ada dalam pikiranmu (Darwin P. Kingsley)
Bukan kapan kauterjatuh yang perlu kauperhatikan, melainkan kapan kau bangkit kembali (Vince Lombardi)
Jauhi orang yang meremehkan ambisimu. Orang-orang kecil selalu melakukan itu tetapi mereka yang benar-benar besar, membuatmu merasa kau juga bisa menjadi besar (Mark Twain)
Kecemasan terbesarku bukan apakah aku gagal, tetapi apakah aku berlarut-larut pada kegagalan itu (Abraham Lincoln)
Puji aku dan aku mungkin takkan mempercayaimu. Kritik aku dan aku mungkin tak akan menyukaimu. Acuhkan aku dan aku mungkin takkan memaafkanmu. Dorong aku dan aku mungkin takkan melupakanmu (William Arthur)
Ada keajaiban sejati dalam antusiasme. Dia membedakan antara orang kebanyakan dan orang yang sukses (Norman V. Peale)
Kesuksesan telah separo dimenangkan saat seseorang telah memiliki kebiasaan menentukan tujuan dan meraihnya. Bahkan pekerjaan yang paling membosankan pun akan menjadi bisa diatasi saat kau berjalan melalui tiap hari dengan keyakinan bahwa semua tugas, tak peduli betapa remeh atau membosankannya, akan membawamu lebih dekat pada pencapaian impianmu (Og Mandino)
Dia yang berkuasa atas dirinya sendiri dan mengatur nafsu, hasrat, dan ketakutannya, jelas lebih dari seorang raja (John Milton)
Kita harus bisa mengatasi anggapan kalau kita ini biasa saja. Itu merampok kesempatanmu menjadi orang yang luar biasa dan sudah pasti akan membawamu menjadi orang kebanyakan (Uta Hagen)
Gunakan bakat yang kaumiliki: Hutan pasti akan sangat sepi jika tidak ada burung yang berkicau kecuali burung-burung yang berkicau paling baik (Henry Van Dyke)
Seseorang yang mengubah dirinya agar sesuai dengan keinginan orang, tentulah tak lama lagi akan kehilangan dirinya sendiri (Charles Schwab)
Aku yakin lebih baik berkata benar daripada berbohong. Aku yakin lebih baik merdeka daripada diperbudak. Dan aku yakin lebih baik berusaha memahami daripada tidak peduli (H. L. Mencken)
Kau tidak bisa mengajarkan apapun kepada manusia. Kau hanya bisa membantunya menemukan pelajaran itu di dalam dirinya (Galileo)
Mengejutkan apa yang bisa dilakukan seseorang jika terpaksa, dan betapa sedikit yang akan dilakukan kebanyakan orang jika tidak terpaksa (Walter Lin)
Oh temanku, bukan apa yang mereka ambil dari dirimu yang penting. Tapi apa yang kaulakukan dengan milikmu yang tersisa (Hubert Humphrey)
Jika kau membangun kastil di udara, pekerjaanmu tidak sia-sia. Memang disanalah seharusnya mereka berada. Sekarang buat landasan di bawahnya (Henry D. Thoreau)
Satu mesin bisa melakukan pekerjaan 50 orang biasa. Tetapi tidak satu mesin pun yang bisa melakukan pekerjaan satu orang yang luar biasa (Elbert Hubbard)
Ide biasa yang menimbulkan antusiasme akan lebih berhasil daripada ide besar yang tak menginspirasi siapapun (Mary Kay Ash)
Kejeniusan adalah emas di dalam tambang dan bakat adalah penambang yang bekerja dan mengeluarkannya (Lady Blessington)
Maukah kau kuberikan rumusan untuk sukses? Sebenarnya sederhana saja. Gandakan nilai kegagalanmu. Kau menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Tetapi sebenarnya bukan sama sekali. Kau bisa saja menjadi ragu akibat kegagalan atau kau bisa belajar darinya. Jadi silakan membuat kesalahan. Karena ingatlah, disanalah kau bisa menemukan kesuksesan (Thomas J. Watson)
Orang-orang sukses selalu mencari peluang untuk membantu orang lain. Orang-orang yang tidak sukses selalu bertanya, “Apa untungnya bagiku?” (Brian Tracy)
Mengenal orang lain berarti pintar, mengenal diri sendiri berarti kebijaksanaan sejati. Menguasai orang lain berarti kekuatan, menguasai diri sendiri berarti kekuatan sejati (Lao-Tzu)
Apabila kau bertemu seseorang yang lebih baik daripada dirimu sendiri, ubahlah segera pikiranmu agar bisa sejajar dengannya. Apabila kau bertemu seseorang yang tidak sebaik dirimu, lihatlah segera ke dalam dirimu dan pelajari dirimu sendiri (Confusius)
Ingat, kebahagiaan tak bergantung pada siapa dirimu atau apa yang kaumiliki. Kebahagiaan hanya bergantung pada apa yang kau pikirkan (Dale Carnegie)
Menurutku, kalau kau ingin melihat pelangi, kau harus tahan menghadapi hujan (Dolly Parton)
Kata-kata adalah cermin bagi jiwa
Duhai jiwa yang kadang merana
Cepat-cepatlah berkaca pada kata
Agar Sirna segera segala duka lara
Membaca kemudian menulis dan menulis sesuatu setelah membaca adalah proses mengingat makna

Deutschland, Ich komme!!!

Deutschland!

Betapa menjadi mimpi terbesar Ra bisa kesana! Apapun yang bisa ra lakukan untuk mencapai mimpi ra itu,

akan Ra usahakan semaksimalnya.

Bahkan, mpe ujan2an ke tempat les juga Ra jabanin, mpe hampir nangis karena takut sakit!

Malah, kalo dibandingin les dengan kuliah, Ra akan lebih semangat untuk pergi les daripada kuliah

(Lebay…hahaha, tp mang kenyataannya gitu!)

Entah kenapa hati Ra udah bener2 terkait dengan yang namanya Jerman!

Mpe sekarang Ra g tw kenapa bisa sebegitu tertariknya dan terobsesinya untuk bisa pergi ke sana.

Yang pasti seperti ada benang merah yang menghubungkan Ra dengan tempat itu! Entah apa?

Mungkin cuma lebayan Ra aja..tapi g papa, demi menggapai cita-cita.

Und, Dass ist mein grosse Traum…Gehen Nach Deutschland!!! ^^

Doakan ya Teman2!!!xp

Merasa Autis? Coba cek dulu ciri-cirinya disini…

Apakah autisme dapat disembuhkan? Menilik kembali definisi “sembuh”, jika yang dimaksud sembuh adalah anak mampu berpikir serta bertingkah laku seperti anak-anak lainnya tanpa pertolongan dari para ahli, tanpa metode khusus dan tidak menjalani terapi yang diperlukan, kemungkinan untuk sembuh sangatlah kecil. Tetapi secara umum, penyandang autis dikatakan “sembuh” bila ia mampu hidup mandiri (sesuai dengan tingkat usianya), berperilaku normal, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lancar serta memiliki pengetahuan akademis yang memadai untuk anak seusia mereka.

Banyak faktor yang menentukan seorang penyandang autis bisa dikategorikan berhasil “sembuh”, di antaranya tingkat keparahan dari kondisi autis, usia anak, tingkat kecerdasan dan kemampuan bahasa dari sang anak, fasilitas penunjang seperti dokter, terapi, dan sekolah khusus, kesiapan orang tua dalam membantu untuk mencari yang terbaik bagi sang anak, serta dukungan masyarakat luas.

Menurut psikiater anak, baik yang tergabung dalam Yayasan Autisme Indonesia yang berkedudukan di Jakarta maupun ahli psikiater anak di RSUD dr. Soetomo Surabaya, autisme dapat dikurangi kelemahannya. Walaupun autis tidak dapat disembuhkan seratus persen, tetapi penyandang autis dapat dilatih melalui terapi, sehingga ia bisa tumbuh normal seperti anak sehat lainnya. Dalam hal ini, terapi saja tidak akan berhasil karena diperlukan peran orang tua dalam melihat perkembangan anaknya. Oleh karena itu, kunci kesembuhan autis adalah orang tua dan terapi tata laksana perilaku.

Saat ini, berbagai macam terapi penyembuhan yang ditawarkan untuk penanganan autisme, diantaranya yaitu:

A. Penanganan Biomedika

Penanganan biomedika atau intervensi biomedis merupakan terapi yang menuntut anak untuk menjalani diet tertentu. Intervensi biomedis diperlukan untuk membenahi kerusakan sel-sel tubuh akibat keracunan logam berat dan mengusir kendala-kendala yang menghalangi masuknya nutrisi ke otak. Jenis makanan yang dilarang bergantung pada kondisi seberapa parah gejala yang terjadi. Umumnya anak dilarang mengkomsumsi susu sapi dan makanan yang mengandung tepung terigu.

Susu sapi mengandung protein kasein sedangkan terigu mengandung protein gluten. Berdasarkan penelitian para ahli, tubuh anak-anak autis tidak bisa mencerna kasein dan gluten secara sempurna. Uraian senyawa tidak bisa sempurna akan masuk ke pembuluh darah dan sampai ke otak sebagai morfin. Ini terbukti, dengan ditemukannya kandungan morfin yang bercirikan kasein dan gluten pada tes urine anak-anak autisme. Keberadaan morfin jelas mempengaruhi kerja otak dan pusat-pusat saraf sehingga anak berperilaku aneh dan sulit berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan diet kasein dan gluten dapat meminimalkan gangguan morfin dan merangsang kemampuan anak untuk menerima respon dari luar.

Gluten adalah protein dari tepung terigu yang hasilnya seperti sereal, gandum, barley, oast, dan makanan yang terbuat dari tepung terigu seperti mie, cake, kue-kue kering, dan lain-lain. Sebagai bahan makanan pengganti, dapat memanfaatkan makanan tradisional seperti makanan berbahan tepung beras, tepung jagung, tepung maizena, dan tepung tapioka.

Sedangkan kasein adalah protein dari susu yang berasal dari hewan yang hasil olahnya seperti keju, susu asam, mentega, dan lain-lain. Pengganti dari produk ini dapat diperoleh dari susu kedelai, susu kentang, dan susu almond.

Adakalanya, beberapa zat dari makanan tambahan seperti MSG, pewarna makanan, dan gula sintesis aspartam harus dihindari oleh anak autis karena, bagaimanapun produk itu terbuat dari bahan-bahan kimia buatan yang memang tidak baik untuk kesehatan.

B. Medikamentosa

Terapi jenis ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Pemakaian obat-obat ini akan sangat membantu untuk memperbaiki respon anak terhadap lingkungan sehingga ia lebih mudah menerima tata laksana terapi yang lain.

Obat yang selama ini cukup sering di gunakan dan memberikan respon yang baik adalah riperidone. Menurut penjelasan dari para peneliti pada 101 anak-anak (82 anak laki-laki 19 anak perempuan) usia 5-17 tahun. Hasilnya mereka yang diterapi dengan riperidone setelah 6 bulan terbukti tidak menunjukkan gejala berulang agresifitas dan kebiasaan mengacau yang lebih parah lagi.

Menurut Dr. James McCrackren, dari Smel Institute for Neuroscience and Human Behavior, University California, Los Angeles, merupakan suatu pilihan terapi yang baik jika risperidone digunakan untuk menangani kebiasaan agresifis pada anak-anak autisme, walaupun saat ini percobaan untuk mengkontrol obat tersebut masih sangat terbatas.

Terapi ini dapat juga dilakukan dengan memberi beberapa vitamin terutama dari jenis vitamin B (B6, B15) dalam dosis tinggi. Terapi megavitamin ini pada sebagian anak berefek baik.

Menurut dr. Melly, psikiater anak dan Ketua Yayasan Autisme Indonesia (1998), obat jenis lain yang dapat dipakai adalah obat yang menggunakan dosis rendah seperti antipsikotik/ neuroleptik, agonis reseptor alfa adrenergic, penghambat beta adrenergric untuk mengatasi perilaku disruptif yang tak diinginkan seperti hiperaktif, agresif, menyakiti diri sendiri dan epilepsi. Sedangkan golongan neuroleptik atipikal dan selectif serotonin reuptake inhibitor digunakan untuk menerapi perilaku repetitif yang mengganggu/ membahayakan.

Obat memang tidak menyembuhkan, tetapi hanya mengurangi gejala autismenya dan menimbulkan perilaku yang lebih terarah. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa setiap individu mempunyai gejala yang berbeda dan memerlukan penanganan masing-masing. Vitamin atau obat yang bagus untuk penyandang autisme yang satu, belum tentu bagus pula hasilnya bagi penyandang autisme lainnya. Bila kemajuan yang dicapai sudah bagus, maka obat-obatan bisa mulai dikurangi bahkan dihentikan.

C. Terapi Integrasi Sensorik

Dalam bukunya “Sensory Integration and the Child” (Western Psychological Services, 1994), dr. Jean Ayres, Ph.D, terapis anak dari Amerika Serikat, mendefinisikan integrasi sensory atau sensory integration sebagai “pengaturan input sensor”. Untuk lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh berikut. Setiap saat, anak akan menerima beragam input yang disampaikan ke otak melalui kelima panca inderanya. Informasi tersebut bisa secara tidak sengaja diperoleh (seperti suara-suara di sekitarnya) atau sengaja dicari (seperti membaca buku).

Tentu saja, otak tidak akan “ melahap mentah-mentah” semua input yang masuk tadi. Oleh karena itu, otak akan memilah-milah dan menseleksi mana yang perlu diperhatikan dan mana yang perlu diabaikan. Kemudian, otak akan memutuskan apakah input tersebut akan direspon dalam sebuah reaksi atau hanya disimpan dalam memori saja. Untuk mengolah semua input yang masuk itu, diperlukan sebuah proses integrasi sensorik.

Dalam beberapa kasus, proses integrasi sensorik seorang anak tidak bekerja dengan baik. Jika otak tidak dapat memproses input dengan baik, maka otak juga tidak bisa mengatur perilaku anak secara efektif. Padahal, tanpa integrasi sensorik yang baik, proses belajar jadi sulit dan anak juga merasa tidak nyaman akan dirinya. Akibatnya anak akan sulit untuk beradaptasi terhadap tekanan-tekanan dan tuntutan-tuntutan dari luar. Hal inilah yang terjadi pada anak autisme yang mereka tidak dapat merespon rangsangan dari luar. Sehingga diperlukan terapi integrasi sensorik untuk membantu memulihkan kemampuan anak dalam mengintegrasikan sinyal yang ia terima dari dunia luar.

Pada prinsipnya, dengan terapi ini, anak disuruh melakukan serangkaian aktivitas dengan memakai alat-alat tertentu dibawah bimbingan seorang terapis. Semua alat-alat yang dipakai dalam terapi ini secara khusus dirancang untuk memberikan rangsangan pada lokasi-lokasi sensor. Sekilas, bagi yang pertama kali melihatnya, terapi ini tampak seperti permainan saja. Misalnya, anak disuruh bermain lilin. Sebenarnya, aktivitas ini berfungsi untuk menngirimkan impuls taktil (perabaan) ke otak.

Setiap anak akan mendapatkan 1 jam terapi, baik kasus yang ringan maupun yang berat. Sedangkan durasinya, tergantung dari kemampuan anak.

Lima tahap proses integrasi sensorik, yaitu:

Registration: otak menyadari datangnya suatu input. Misalnya, anak yang sedang bermain mendengar suara ibunya memanggil. Di sini, di dalam otak anak terdaftar adanya input yang masuk, yaitu suara ibu.

Orientation: otak memperhatikan atau mengabaikan input. Misalnya, anak kemudian memperhatikan suara ibu.

Interpretation: otak mengartikan input. Dalam proses ini, anak membandingkan input yang sedang diperhatikannya dengan pengalaman lalu atau membandingkan pengalaman yang lalu dengan hal yang sedang terjadi. Misalnya, anak teringat bahwa pada kejadian yang lalu, ibu memanggilnya untuk memberi susu.

Organization: otak memutuskan input dan apa yang dilakukan terhadap input tersebut. Misalnya, anak kemudian bereaksi, yakni berhenti bermain, serta memutuskan akan melaksanakan suatu tindakan, yaitu menoleh kearah ibu sembari mengangkat tangannya. Ini dilakukannya karena kejadian sebelumnya, dia ingat bahwa ibu memanggil untuk memberinya susu dan tindakannya pada waktu itu adalah menoleh dan mengangkat tangannya untuk menerima susu.

Execution: tindakannya nyata terhadap input tersebut. Tindakan yang dilakukan bisa berupa respon motorik, emosi maupun kognitif. Di sini, anak kemudian melaksanakan tindakan nyata, berupa menoleh dan mengangkat tangannya.

D. ABA

ABA merupakan singkatan dari Applied Behavior Analysis. Metode ini dipergunakan pertama kali untuk menangani autis oleh Prof. Ivaar Lovaas dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat, yang kemudian disebut dengan metode Lovaas. Metode ini melatih anak bekemampuan bahasa, sosial, akademis dan kemampuan membantu diri. Pada tahun 1967, Lovaas sudah membuktikan ABA bisa memperbaiki ketidaknormalan anak autisme dengan tingkat keberhasilan 89 persen.

Inti dari metode Lovaas ini sebenarnya bersumber pada modifikasi perilaku (behavior modification) dan operating conditioning. Metode Lovaas ini harus diajarkan dengan disiplin, konsisten, dan rutin. Idealnya metode Lovaas diberikan pada anak usia 2-5 tahun, dengan latihan sekurangnya 40 minggu. Prinsip dasar metode Lovaas adalah mengurangi perilaku yang buruk atau berlebihan dengan cara memberikan feed back negative yaitu, bisa dengan kata “tidak”, raut wajah kecewa, gelengan kepala, atau yang lainnya. Tata laksana perilaku metode Lovaas adalah orang tua atau terapis memberikan instruktur kepada anak. Bila anak langsung bisa mengerjakan instruksi itu dia diberi imbalan. Jika tidak, ulangi kembali instruksi itu. Bila sampai tiga kali anak belum bisa juga, orang tua atau terapis harus segera memberikan bantuan. Misalnya mengarahkan wajahnya bila dipanggil. Begitu terus diulangi hingga anak mengerti dipanggil, dia harus melihat yang memanggil.

Metode ini sudah melalui berbagai penelitian selama satu abad dan terdokumentasi dengan baik. Kelebihan metode ini dibanding metode lain adalah sifatnya yang sangat sistematis, terstuktur, kurikulumnya jelas, dan keberhasilannya bisa dinilai secara obyetif.

E. Pendidikan Khusus

Tata laksana perilaku yang lainnya adalah teknik memecah perilaku atau aktivitas yang kompleks menjadi bagian yang kecil-kecil. Bagian yang kecil-kecil ini diajarkan sendiri-sendiri secara sistematik, terstruktur, dan terukur. Misalnya, instruksi kompleks seperti, “Ambilkan baju coklat di atas meja, lalu lipat dengan baik, dan simpan di lemari” tentu tidak mungkin dikerjakan anak. Apalagi bila ia belum menguasai konsep “ambil”, “lipat”, dan “simpan”. Selain itu, anak belum menguasai konsep baju dan warna. Para orang tua dan terapis harus mengajarkan satu persatu pengetahuan itu, lalu digabungkan dalam rangkaian kecil-kecil. Selanjutnya rangkaian kecil-kecil ini digabungkan menjadi satu kesatuan yang kompleks. Cara pengajarannya antara orang tua dan terapis harus sama. Ini untuk membantu anak lebih mudah mempelajarinya.

Cara pengajaran ini dimulai dengan sistem satu guru satu murid dalam satu ruangan yang bebas distraksi (pengalih perhatian). Pengajaran dilakukan berulang-ulang sampai anak berespon tanpa bantuan (frompi). Baik dirumah maupun ditempat terapi orang tua atau terapis harus pula menyediakan gambar-gambar atau alat bantu lain yang memudahkan anak belajar. Seperti untuk mengenal buah jeruk, orang tua harus menyediakan buah jeruk atau gambar jeruk. Ini juga membantu anak mengenalkan benda dengan dimensi yang berbeda.

Secara bertahap anak dibawa ke kelompok kecil, lalu ke kelompok besar. Anak dicoba untuk dimasukkan ke sekolah umum. Di kelas mulanya anak didampingi oleh orang tua/ terapis (shadow) yang tugasnya menjembatani instruksi dari guru ke anak, dan juga membantu respon anak,. Shadow mula-mula lekat dengan anak, secara bertahap jarak semakin diperbesar bersamaan dengan semakin kurangnya intensitas dan frekuensi frompi.

Target perilaku yang bisa dicapai anak harus ditetapkan secara realistis dan sesuai dengan kemampuan anak. Jangan menargetkan terlalu tinggi karena akhirnya akan membuat anak frutasi dan kecil hati. Bila anak berhasil melakukan sesuatu, orang tua dan terapis akan semakin termotivasi mengajarkan sesuatu yang lebih baru lagi. Anak pun menjadi lebih senang beraktivitas, dan otomatis perilaku yang aneh semakin berkurang, meski belum sepenuhnya menghilang.

F. Terapi Wicara

Kebanyakan dari anak autis tidak suka melakukan komunikasi yang timbal balik dengan orang lain. Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan terapi wicara pada anaknya. Terapi ini dapat dilakukan sendiri oleh orangtua anak, namun jika anak tidak menunjukkan perkembangan, orang tua dapat melakukannya dengan bantuan terapis. Dalam hal ini, orang tua atau terapi mendorong anak untuk berbicara atau paling tidak mengucapkan kata-kata atau kalimat dengan mengajak anak bermain kata.

Terapi ini mempunyai hubungan dengan terapi pendidikan khusus. Dalam terapi wicara ini, orang tua/ terapi dapat memperlihatkan gambar dari kata yang diucapkan. Misalnya, ibu mengucapkan, “Ini pulpen dalam kotak pensil” sambil menunjukkan pulpen yang ada dalam kotak pensil pada anaknya dan mengajak anak untuk mengucapkannya juga.

G. Terapi Okupasi

Biasanya sebagian dari penderita autis mengalami gangguan pada gerak ototnya sehingga perlu dilakukan terapi okupasi. Terapi okupasi dapat dilakukan dengan melatih gerak motorik otot, misalnya anak disuruh melepas baju, menaruh tas, dan lain-lain. Dalam melakukan terapi ini anak tidak dibiarkan begitu saja melakukan pekerjaan yang kita suruh, tetapi harus ada bantuan dan bimbingan secara pelan-pelan dari orang tua. Orang tua tidak dapat memaksa anak karena itu malah membuat anak memberontak. Terapi ini sebaiknya dilakukan tahap demi tahap. Jika anak sudah dapat melakukan satu pekerjaan, ia dibimbing untuk melakukan pekerjaan lainnya. Dalam hal ini, orang tua harus memiliki kesabaran dalam memantau perkembangan anaknya sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

H. Terapi Musik

Sejak tahun 1880-an, musik diyakini dapat digunakan sebagai sarana untuk penyembuhan karena musik dianggap sebagai suatu alat yang dapat membelokkan perhatian dari rasa sakit dan ketidaknyamanan. Musik tidak hanya membawa dampak positif bagi perkembangan otak tetapi juga bagi perkembangan emosi karena musik dapat membantu manusia mengekspresikan atau melepas emosinya. Selain itu musik juga dapat digunakan untuk relaksasi, meringankan stress, dan menghilangkan kecemasan.

Para peneliti menemukan bahwa musik dapat meningkatkan kreavitas diri, mengembangkan keterampilan sosial, menaikkan perkembangan motorik persepsi, dan perkembangan psikomotorik. Musik dapat membantu pembentukan pola pikir dan pola kerja seseorang dengan cara menolong orang dalam mempelajari keterampilan matematika, bahasa, dan ruang.

Oleh karena itu, mu penjelasan di atas, musik dianggap juga dapat memberikan efek positif terhadap anak-anak autisme. Mekanisme pemberian terapi musik pada anak-anak autisme adalah terlebih dahulu mengenali seberapa parah autisme yang diderita. Kemudian, mengenali musik apa yang cocok untuk terapi. Untuk melakukan terapi musik, dianjurkan untuk memakai jenis yang iramanya lambat. Biasanya musik yang iramanya lambat dapat membuat orang merasa rileks, mempermudah pernafasan dalam, dan mendorong pelepasan pikiran dan perasaan.

Namun, terapi ini hanya sebagai tambahan saja karena penerapan terapi musik pada anak autis belum terjamin keefektifannya dari para ahli.

I. Terapi Ruhiyah

“Manusia diciptakan oleh Allah, sehingga apapun yang terjadi semuanya kembali pada Allah”, begitulah kutipan singkat dari wawancara yang dilakukan terhadap salah seorang ibu yang memiliki anak autisme. Ibu tersebut menjelaskan bahwa kebanyakan dari anak autis sulit untuk mengenal sesuatu yang abstrak. Beliau juga mengungkapkan bahwa anak autis sulit untuk menghadiri adanya Allah dalam pikiran mereka. Sedangkan, kebanyakan dari terapi-terapi yang dilakukan untuk anak autis adalah tidak adanya pengajaran untuk mengenal sang pencipta.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, beliau mencoba untuk menerapkan sendiri terapi ruhiyah pada anaknya. Beliau percaya terapi ini sangat “ampuh” untuk dilakukan, asal mau bersungguh-sungguh dan berkeyakinan yang kuat bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Terapi ruhiyah dilakukan dengan memberikan stimulus-stimulus rohaniyah kepada anaknya. Misalnya, ketika anaknya marah atau di luar kendali, penenangan dapat dilakukan dengan membacakan doa-doa atau menyuruh anak berwudhu. Pemberian terapi ini beliau lakukan dengan sungguh-sungguh diluar pemberian terapi-terapi yang lain. Sekarang, anaknya yang sudah berumur 13 tahun ini dapat sholat dan mengaji layaknya orang normal. Berdasarkan wawancara di atas dapat diambil kesimpulan bahwa walaupun terapi ini hanya merupakan tambahan dari terapi-terapi lainnya, namun terapi ini dapat terbukti keefektifan dan keberhasilannya selama orang tua anak tersebut mempunyai keyakinan yang besar terhadap Sang Khalik.

Daftar Pustaka:

Chaplin, J. P. 2001. Kamus Lengkap Psikologi, terj. Kartini Kartono. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

-. 1996. Kumpulan Artikel Intisari Psikologi Anak. Jakarta: PT. Gramedia.

Maslim, Rusdi. 1995. Ed. Buku Saku PPDGJ III. Jakarta.

www.aap.org/advocacy/washing/23apr01.htm

www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Mengenal%20Autisme

www.ama-assn.org/ama/pub/article/1824-6108.html

www.ayahbundaonline.com

www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/2/2/kes2.htm

www.cdc.gov/nip/vacsafe/concerns/autism/default.htm

www.detik.com

www.dnet.net.id/kesehatan/beritasehat/detail.php?id=899

www.e-smartschool.com/uot/001/UOT0010005.asp

www.faithwriters.com/article-detail.php?id=28047

www.indomedia.com/Intisari/2000/mei/autis5.htm

www.indomedia.com/sripo/2004/06/27/2706mom1.htm

www.kalbefarma.com/?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=17873

www.kenz.web.ugm.ac.id/151280/index.php?octaveerkat=psikologi@octaveergil=1

www.kbi.gemari.or.id/beritadetail.php?id=2553

www.klinikpria.com

www.kompas.com/kompas-cetak/0307/04/iptek/410339.htm

www.mail-archive.com/balita-anda@indoglobal.com/msg07076.html

www.mail-archive.com/i-kan-konsel@xc.or/msg00076.html

www.naolizhibao.net.id

www.nap.edu/catalog/10101.html

www.pdpersi.co.id/pdpersi/news/artikel.php3?id=949

www.pediatrics.org/cgi/content/full/107/5/e84

www.pediatrik.com/kanal.php?pg=tips&amp;id=08

www.peduliautisme.org/Mainpage_Artikel2.htm

www.pikiran-rakyat.com/cetak/0104/25/1001.htm

www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/28/hikmah/index.htm

www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Kesehatan&amp;id=100373

www.psichologytoday.com/

www.puterakembara.org/sebab.shtml

www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=17181&amp;kat_id=100&amp;kat_id1=&amp;kat_id2=

www.suarakarya-online.com/news.htlm?id=98507

www.unj.ac.id/fib/plb/

www.wartamikael.org/wmprint.php?ArtID=51

www.izzbh.net

Older entries »