Day #7: I like my new challenges
07 Sep 2011 6 Comments
Bismillahirrahmanirrahim
Lama tidak menulis, gatal rasanya ingin menumpahkan perasaan disini kurang lebih seminggu telah berlalu. I can survive, yeahhh!!!
Begitu banyak cerita, dan banyak pula yang terlewat. Itu dikarenakan aku sedang berusaha untuk mengakali diri bisa dekat dengan teman-teman di sini. Apa yang aku lakukan? Just follow their rythme for just a little bit moment, so you can know who they are!
It’s had, so hard. Really! Tau kenapa? Kebiasaan mereka sangat berbeda jauh dengan diriku. Yah, walaupun aku bukan terbilang orang yang taat beragama, tapi setidaknya cukup membuatku kaget. I can see in the real time all of those habits. Shock for a moment…
Tapi, seiring berjalannya waktu, aku tau mereka orang-orang baik dengan pemikiran yang hebat. Yah, walaupun dengan kebiasaan yang buruk. And, that’s why I state in my tweetline, “Tiru cara pandang mereka mengenai masa depan, tapi jangan tiru kebiasaan mereka”. That’s how you could face the life. They think very simple, sampai-sampai mereka tidak percaya dengan adanya Tuhan, walaupun title mereka beragama. Yah, that’s quit interesting.
Tapi, dari kesemuanya, selama kurang lebih berada 7 hari di “dunia lain” aku merasakan tantangan yang begitu banyak dan cukup besar. Kenapa? Aku harus bisa bertahan hidup di sini. Bertahan untuk apa?
1. Untuk hidup. Ini karena beasiswa yang saya dapatkan prosedurnya memang baru cair setelah beberapa bulan disini. So, I need to survive for several months with my limitness budget, hho. That’s why my skill on cooking is important here! Nevertheless, I still have to improve that. Hey you, this is Italy, if you can cook well, poor you to be here! :p
2. Untuk keyakinan. Yes I’m moeslem. Tapi, taukah kamu? Saya satu apartment dengan teman-teman yang punya kebiasaan jeleknya orang barat, and you know what, I don’t need to explain here, hho. But, overall, they are nice people. Yes! They said to me that those are their bad habit. Selain itu, saya pakai jilbab, dan ini kota kecil, jadi saya sudah kayak alien yang berjalan disini. Tapi, tekat saya adalah membawa nama Indonesia dan nama Islam. That’s my decision to be here
3. Untuk menjadi yang terbaik. Seperti yang saudara/i ketahui, bahwa saya berbasis mikrobiologi dan semua orang seperti amazing mendengarnya. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah saya tidak akan menjadi arsitek, karena itu akan berat untuk saya mendalaminya hanya 2 tahun, walaupun akan saya coba. Yang poin penting adalah keputusan saya mengambil Master yang bertema “City Regeneration” ini yang merupakan bagian program dari Erasmus Mundus–yang saya tidak menerima beasiswanya, tapi saya mendapatkan kebaikan dari Pemerintah Itali dan Pemerintah Indonesia sendiri untuk mensupport saya disana–adalah saya ingin mengubah paradigma orang-orang bahwa ilmu itu tidak terkotak-kotak. Jika ilmu itu dikotak-kotakan, mereka akan berdiri sendiri, tidak menghasilkan perubahan yang berarti.
Layaknya Steve Job, teknologi atau sains dapat dipadukan dengan seni (art) dan itu akan menghasilkan suatu mahakarya yang besar. Mimpi saya adalah, saya hanya ingin bisa berkontribusi langsung terhadap pembangunan Indonesia ke depan. Walaupun cuma sedikit knowledge dalam bidang “art” yaitu saya bisa sedikit menggambar dan melukis, tapi saya yakin saya bisa menghadapi tantangan besar ini. I have in faith that Allah always be with me and will help me for anything.
Saya selalu ingat kata-kata sakti dari seorang teman/ kakak yang membuat motivasi saya seperti ter”boost”, yaitu “jika ingin sukses, lebihkan usahamu dari orang lain”. Jadi, jika engkau merasa kurang akan sesuatu dan ingin menguasainya, berikan waktumu lebih banyak untuk berusaha. It’s hard, but it’s not impossible. Trust me! It’s work (kayak iklan aja, hhe) :p
Recent Comments