Cheating, hmm :’?
22 Jun 2011 Leave a Comment
in random, Uncategorized Tags: Indonesia, mencontek, pemerintah, pendidikan
Bosan pastinya dengan kata ini?!
Seringkali hal ini bisa kita temukan baik itu di sekolah atau dalam hubungan pergaulan.
Namun, yang mau saya telusuri lebih dalam adalah kebiasaan mencontek pada waktu ujian. Baik itu anak SD (saya belum menemukan kasus anak TK, hho) maupun sampe anak kuliah yang notabene mereka sudah mengerti mana yang baik dan buruk, tetap saja perilaku ini menjadi sangat miris kita lihat, apalagi kalau yang kita pergoki adalah temen kita sendiri.

Permasalahan yang ingin saya angkat di sini adalah kenapa orang lebih memilih melakukan tindakan tidak jujur? Apapun alasannya, jika ditilik lebih dalam adalah karena kita sudah di mind set dari kecil bahwa
“the final result is the best looking, no matter how you will get that”
Yups, it ain’t just my view indeed, but some peope thought it as well. Saya pun menyadarinya karena sedikit banyak orang tua-orang tua hanya melihat seberapa sukses anaknya, tidak melihat bagaimana anaknya melalui berbagai proses panjang untuk mencapai cita-cita mereka. Kadang bahkan usaha mereka tidak dihargai jika hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.
Judgementnya adalah karena mereka kurang memberikan waktu mereka untuk melihat perkembangan si buah hati mereka. Mereka hanya berpikir untuk memberikan segala kemewahan fasilitas dan notabene si anak harus sukses juga bahkan melebihi mereka karena sudah tersaranai dengan baik. Walaupun, tentu saja tidak semua orang tua seperti itu, like I’m suppose to be later when I’m be my child mom, hho
Permasalahan juga tidak semuanya datang dari orang tua. Guru pun sedikit banyak memberikan andil dalam hal ini. Masih segar di ingatan kita kasus seorang ibu yang melapor karena guru SD menyuruh anaknya dan teman-temannya untuk menyontek dan dicontek bahkan simulasipun dilakukan, ckckck.
Walaupun seperti itu, jika kita tilik lebih lanjut, akar permasalahannya akan berujung pada sistem pendidikan kita saat ini. Apa yang salah? Sistem pendidikan Indonesia saat ini hanya menetapkan target-target yang harus dicapai oleh sekolah-sekolah: harus minimum seginilah dan blablabla,, kalo kurang yowish gak lulus. Seharusnya benahi dulu sistem pendidikan kita, sebagai contoh untuk yang paling sederhana tapi sangat susah implementasinya, yaitu pemberian HAM baik untuk pendidik atau terdidik.
Saya salut kepada seorang edukator Indonesia yang menginisiasi gerakan “Indonesia Mengajar”. Beliau membuat sebuah terobosan baru yang sangat monumental, memberikan jaminan kepada calon pendidik sehingga bahkan yang sudah bekerja bertahun-tahun di perusahaan yang membuatnya cukup mapan, mau dan ikut berkontribusi di dalamnya. Demi apa? Demi cita-cita murni memperbaiki pendidikan di Indonesia, memberikan kesempatan kepada anak-anak di pelosok desa yang mungkin saja belum terjamah teknologi manusia untuk mengenyam dan merasakan indahnya belajar.
Kesimpulan saya di akhir kata ini, kita itu umumnya sudah banyak terdoktrin untuk fokus kepada hasil, karena apa yang kita perjuangkan itu hanya sedikit akan dihargai. Padahal, jika kita kembali ke agama, Allah itu Maha Melihat, Dia tidak hanya melihat hasil tapi usaha kita. Mana ada ayat yang ngomong kalo kamu dapat ini nanti saya kasih bonus, yang ada jika manusia itu mau berusaha maka Allah akan memberikan kehidupan yang lebih layak kepadanya.
So, wake up! Don’t just look the neighbour grass is more beautiful than we have. :p
Cheers,
Recent Comments